Refleksi Sekolah Perempuan Sampang Menuju Resolusi 2022

Setiap perempuan dilahirkan dalam keadaan fitrah, perempuan adalah manusia seutuhnya dan perempuan layak memiliki mimpi, cita-cita dan harapan. Kesempatan dan akses yang sama perlu dikumandangkan, terlebih lagi mengenai pendidikan yang lebih inklusif bagi khalayak ramai.

Renungkan, bahwa kehadiran perempuan bukan sebagai boomerang, bukan sebagai objek seksual, bukan sebagai malapetaka, bukan sebagai budak dan bukan sumber fitnah kehidupan.

Akan tetapi, perempuan adalah makhluk sosial sebagai subjek kehidupan, yang kehadirannya membawa perdamaian dan menjadi mitra menuju kemaslahatan. Karena sejatinya, yang namanya manusia pasti memiliki hak kebebasan dari segala macam kekerasan dan diskriminasi.

Curahan hati tersebut diungkapkan oleh Aminatur Rizqiyah, Pengelola Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang 9 Sampang seusai menggelar kegiatan refleksi 2021 menuju resolusi 2022 di taman kota Sampang, Sabtu (8/1/2021) kemarin.

Aminatur Rizqiyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai via dalam proses perenungan dan analisis diri sendiri dalam merefleksikan perubahan yang dirasakan oleh anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang.

“Baik secara individu maupun atas nama komunitas dari sebuah harapan yang sudah dan belum dicapai di tahun 2021 dan resolusi 2022 dalam mewujudkannya,” kata Aminatur Rizqiyah, Minggu (9/1/2022).

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Shopping Cart